Monday, February 9, 2015

Sulit untuk bilang selamat tinggal

Setiap pertemuan selalu ada perpisahan, semua orang tau itu. Begitu pun yang aku alami sekarang. Setiap orang yang singgah di hati, selalu pergi, entah aku yang tersakiti atau aku yang menyakitinya atau memang harus ditakdirkan untuk berpisah. Semua itu takdir. Semua itu sudah jalan-Nya. Seperti lirik lagu, "Mengapa kita bertemu bila akhirnya dipisahkan, Mengapa kita berjumpa tapi akhirnya dijauhkan". Kalau mendengar itu rasanya ingin kembali ke masa lalu dan tidak mau mengulangi ini semua. Tapi setiap manusia selalu punya masalah, entah itu ringan atau berat. Tergantung bagaimana manusia itu sendiri menyikapi masalah tersebut. Dibalik kesedihan yang aku alami, masih banyak orang lain yang mengalami kesedihan jauh lebih mendalam daripada yang aku alami. Apabila kita tidak pernah mengalami masalah, kita tidak pernah tau caranya belajar sabar dan ikhlas.

Aku selalu berucap dalam hati, sebelum kita dipertemukan yang benar kita bakal dipertemukan yang salah dulu supaya kita bisa belajar kuat, sabar, ikhlas dan selalu ingat kepada-Nya bahwa hidup itu ga selalu berjalan mulus. Hidup ini indah apabila kita syukuri, bernapas saja kita perlu bersyukur, bangun pagi saat membuka mata kita masih bisa lihat dunia ini dan masih bisa bekerja saja itu sudah suatu kenikmatan. Dari hal kecil seperti itu saja harusnya aku sudah bisa banyak bersyukur dan berterima kasih kepada Yang Maha Kuasa.

Selama ini aku terlalu memikirkan urusan duniawi saja tanpa pernah memperdulikan urusan akhirat, selalu memikirkan diri sendiri tanpa pernah melihat keluarga dan orang-orang terdekat. Dari dulu selalu ingin berubah tapi hanya terucap saja, ga pernah direalisasikan, haha..manusia tidak pernah luput dari salah dan dosa. Kepada Engkau Yang Maha Sempurna, berilah aku ketenangan hati, kesabaran yang berlimpah, pikiran yang jernih, dan rasa ikhlas yang tiada habisnya, karena dengan itu semua aku bisa memulai hidup ini dengan jauh lebih tenang dan bersyukur.

No comments:

Post a Comment