Sunday, April 2, 2017

Membuka Hati

Dua tahun menutup hati, terlalu banyak kejadian yang membuat hati ini trauma dan mulai menutup perlahan. Banyak pria yang mencoba mendekati, tak satu pun yang aku rasa akan bisa membuka hati aku lagi. Sampai pada saatnya pertemuan yang tidak disengaja satu tahun yang lalu. Tidak saling kenal, tidak bertegur sapa, hanya tau dia ada pada saat itu saja.

Pertemuan kedua terjadi kembali, bercerita banyak tentang pengalaman masing-masing, cukup unik cukup asik dan cukup simpatik dengan pengalaman dia. Tidak ada perasaan apa-apa sampai event tersebut selesai.

Percakapan berlanjut pada salah satu social media yang juga tidak sengaja dan berlanjut sampai sekarang. Apa aku terlalu cepat mengambil kesimpulan? Apa aku terlalu cepat membuka hati? Dia orang biasa, tidak ada yang istimewa darinya, tapi ada sesuatu yang membuat aku bisa membuka hati aku perlahan. Kita sama-sama mempunyai masa lalu yang kelam. Masa lalu yang menyedihkan yang harus dijadikan sebagai pelajaran di masa depan.

Tujuan kita jelas, komitmen kita ada, dan aku memutuskan untuk membuka hati untuknya. Aku tidak tau apa aku terlalu cepat apa aku salah apa aku benar. Aku serahkan kembali kepada Allah SWT. Kalau dia jodoh aku dekatkanlah kami, kalau bukan biarkanlah kami berpisah dengan cara baik-baik tanpa menyakiti hati masing-masing. Aku sudah terlalu lelah untuk sakit hati. Aku sudah terlalu lelah untuk memulai lagi.

Sunday, June 12, 2016

Jalan Cinta

Cinta...
Bagai mutiara indah di balik karang
Putih, bersih, dan suci di atas mahligainya
Menjadi satu isyarat tentang sebuah makna
Dalam keutuhan azzam yang membentang.

Cinta...
Cinta suci adalah segalanya
Cinta yang berharga dalam bilangan nama-Nya
Cinta yang tak sekedar kata-kata
Tak sebatas duniawi semata
Yang kita inginkan adalah cinta yang halal
Dalam setiap keberkahan-Nya
Dan engkau, akan menjadikannya semakin berwarna
Dalam dekapan kasih sayang-Nya.

Cinta yang halal...
Berapa banyak dari kita yang mengharapkannya
Begitu banyak dari kita yang mendambakannya
Tapi, jangan menghalalkan segala cara
Karena cinta mengajari kita untuk mengerti
Arti sebuah keikhlasan.

Milikilah cinta di atas jalan yang haq
Cinta yang berpijak pada satu kekuatan yang utuh.

Cinta bagaikan mutiara yang kian bercahaya
Jika mahar keimanan menjadi pondasinya
Karena cinta telah mengajarkan kita tentang keindahan
Tentang kesempurnaan rasa di dalam dada
Hanya sejauh mana kita sanggup belajar menjadi sang pecinta sejati.

Biarlah semua indah pada waktunya
Tentang cinta yang halal
Tentang kedewasaan cintanya, cintaku, dan cintamu di atas jalan-Nya
Yang berakhir dengan keberkahan-Nya
Hingga menggapai jannah-Nya.

Sunday, January 31, 2016

9 Bulan

Semalam membaca sebuah kisah nyata dari salah satu akun media sosial yang berjudul "Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya". Awalnya dari judul saja aku kurang tertarik tetapi setelah aku baca, tidak sengaja air mata ini menetes. Seorang wanita muslimah yang memendam rasa kepada salah seorang pria yang sedang mengantar orang tuanya ibadah umroh sama halnya dengan wanita ini yang akan berangkat ibadah umroh bersama orang tuanya. Hanya memandang sekilas terasa hatinya bergetar aneh karena perawakannya yang kalem dan santun, akhlak yang baik menandakan kedalaman ilmu agamanya. Hingga dua minggu setelah berkenalan getaran hati tidak berhenti. Dalam hati wanita ini berharap kalau seandainya pria yang dia kagumi akan bisa mendampinginya kelak. Akhirnya dijejakkan kembali kakinya di tanah air, dalam doa-doa di tanah suci dilantunkan permohonan pada Allah agar mendekatkan dia yang sudah membuat hatinya bergetar. Berharap diperkenankan rasa ini menjadi sesuatu yang halal. Berjubel-jubel penjemput yang ingin menjemput keluarganya, namun sosok pria ini tidak nampak. Tetiba ada beberapa orang yang memeluk kedua orangtua lelaki tersebut dan mereka tenggelam dalam tangis. Allah telah memanggil pria itu dalam sebuah kecelakaan. Wanita ini lemas tak berdaya, dunia serasa gelap, ya Allah kuatkan hambamu ini. Pasti ada hikmah di balik semua ini.

Sempat mengenal sesosok pria yang tiba-tiba saja membuat hati ini ingin terbuka kembali. Pria yang sederhana, mapan, bicaranya lembut, tapi belum pernah bertemu sedikit pun. Komunikasi yang kami jalin membuat hati ini ingin memilikinya. Apalagi setelah tau bahwa dia belum memiliki dambaan hati. Jarak yang membuat kami tidak pernah bertemu, hanya komunikasi yang mendekatkan kami. Sembilan bulan memendam rasa ini, pada akhirnya dia memutuskan untuk memilih teman sekantornya. Apa karena yang dekat akan dikalahkan dengan yang hanya bisa memperhatikan melalui telepon saja? Cukup sakit hati. Air mata yang tidak pernah turun hanya karena masalah hati, akhirnya keluar juga. Tetapi..buat apa disesali dan ditangisi. Mungkin bukan jodoh. Selalu berharap agar ditemukan seorang pria yang baik. Aku sudah lelah, lelah sekali.


Friday, July 10, 2015

Kembali lagi

Pertama kali bertemu, kamu dan aku telah berjanji, tidak perlu bersumpah, dalam suka dan duka, baik atau pun buruk, aku telah mengecewakanmu, kamu terlalu baik, terlalu polos. Tetapi setelah masa peristirahatan semua berubah, bukti yang ada di depan mata sungguh sakit jika dihadapi. Beberapa bulan terakhir aku meragu, menyangkal setiap air mata, aku harap akan segera berakhir tetapi aku sadar aku masih membutuhkanmu. Tapi sampai kapan kamu seperti ini?

Kamu selalu bilang, aku aneh, aku pemarah, aku sibuk, aku egois, aku tidak pernah mempedulikanmu, karena kamu tidak pernah mengira apa yang telah aku lakukan, saat kamu berkata manis di depanku, aku sudah mengira itu bukan kamu, aku atau kamu bukanlah satu-satunya bukan?

Selama ini aku setia, begitupun kamu, kini yang membuatku sedih aku sudah tau penyebabnya, hatimu sulit didapatkan begitupun hatiku. Aku telah menyayangimu bertahun-tahun. Mungkin aku yang tidak pernah cukup, kamu yang menyadarkan aku ketakutan terdalamku, dengan berdusta dan menghancurkan hubungan ini.

Sekarang aku sadar, mungkin kamu bukan yang terbaik, sudah ditentukan jalan kita. Berpisah cukup lebih baik, daripada harus bertahan dan menyimpan seribu kebohongan. Tidak terlalu lama kita berpisah kamu sudah membukakan mataku, betapa aku tidak terlalu menyesal untuk mengambil keputusan yang sulit ini. Kamu  membuktikan itu, sungguh menyakitkan, sulit untuk menerima, aku tidak bisa sabar dan terima. Aku terlalu marah, marah kepada diriku bukan kepada kamu atau dia.

Membuat jalan yang baru untuk di hati, membuka hati kembali sangatlah sulit, aku sudah cukup bahagia, sudah bisa melupakan semua, sudah bisa sabar dan ikhlas, sampai pada akhirnya kamu hadir kembali dengan orang lain lagi, hadir dalam kehidupanku kembali. Aku tidak bisa marah, aku juga tidak sedih, Aku sekarang jauh bisa membuka pintu maaf sebesar-besarnya. Tetapi buat apa kalau hanya untuk membuka kembali luka di masa lalu? Aku sadar kamu dan dia berniat baik, tetapi jauh lebih baik kalau aku tidak harus bertemu kembali. Bukan maksud untuk memutus silahturahmi, bukan seperti itu. Tapi aku terlalu lelah karena harus sakit hati lagi, terlalu lama aku tidak mengeluarkan air mata ini, kenapa air mata ini keluar bukan karena terharu dan bahagia tetapi karena harus mengingat sesuatu yang aku tidak mengingatnya lagi?

Maksud kalian apa? Hanya sekedar ingin memberitahu aku? Hanya sekedar ingin minta maaf? Cukup, aku sudah lama memaafkan kamu, tetapi aku berpikir mungkin kamu yang tidak pernah memaafkan aku karena kamu yang telah memutuskan silahturahmi ini. Orang di sekeliling kamu juga berpikiran bahwa aku sepenuhnya salah. Sudah terlalu buruk di mata mereka kan? Mereka tidak tau yang sebenarnya, apa aku perlu menjelaskan? Tidak perlu, cukup sabar dan akan datang masanya semua orang akan tau siapa yang salah. Maafkan aku..kalian tidak perlu hadir kembali, karena aku tidak mau mencampuri urusan kalian. Aku hanya bisa berdoa yang terbaik buat kalian saja.

Wednesday, June 10, 2015

Apa lagi?

Sejauh ini melangkah dan terus mencari-cari, semakin banyak orang di sekitar yang menggunjing, cukup sabar, berserah sama Allah, akan tiba masanya kebahagiaan akan diraih. Setiap orang bisa berubah, contohnya aku. Mungkin aku sudah dapat hidayah dari Allah dengan pelan-pelan mengikuti perintah-Nya, aku yang sekarang bukan aku yang dulu, aku sudah berubah, cukup jauh berubah. Dorongan dari orang tua, bimbingan dari orang tua, sambil mencari tau hidup itu seperti apa, aku hanya seperti sebutir pasir di gurun yang luas yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang lain. Cukup sulit memahaminya, selalu berusaha dan banyak berdoa saja. Masalah yang datang selalu bertubi-tubi tanpa tau bagaimana menyelesaikannya. Terlalu sering memikirkan dunia saja, hey kamu harus memikirkan diri kamu juga, bekerja dan beribadah tanpa memikirkan urusan diri sendiri. Masa depan kamu perlu dipikirkan juga kan? Iyah, aku sadar kok. Tapi...entahlah..

Apa lagi yang harus dicari? Uang yang banyak? Rumah? Mobil? Travelling? Sudah cukup, tidak usah terlalu jauh. Kamu hanya butuh pendamping. Kapan kamu memikirkan itu? Ya, aku pikirkan, tetapi aku terlalu sibuk dengan pekerjaan, aku mau memperbanyak ibadah karena aku takut tidak sempat lagi beribadah kepada-Nya. Kamu masih bisa sambil melakukan itu semua secara bersamaan kok. Selalu dan selalu memohon kepada-Nya agar bisa dipertemukan pendamping secepatnya, tetapi mungkin aku belum menemukan jawaban. Banyak yang mendekat tetapi pikiran aku hanya tertuju kepada satu pria itu saja yang aku tidak tau sampai kapan pikiran aku berhenti. Kamu jangan terlalu fokus, mungkin saja nantinya kamu malah tidak bisa mendapatkan kedua-duanya. Aku bingung, pikiran dan hati berkata lain. Tetapi hati terlalu berat kepadanya, tetapi pikiran berusaha mencari yang lain. Harus bagaimana? Setiap kali memulai untuk berhenti, kenapa dia datang lagi? Hati selalu terbuka lagi untuk memikirkan dia. Terlalu berat untuk dipahami. Terlalu sakit untuk dirasakan. Apakah kamu juga memikirkan hal yang sama? Kalau tidak, cukup sampai di sini saja. Aku terlalu lelah untuk terus-terusan mengulang hal yang sama.

Monday, April 27, 2015

Mantan

Sedikit berbagi tentang dunia percintaan, kadang aq juga ga habis pikir dengan para lelaki yang sudah putus dengan pacarnya tetapi masih menggunakan foto dengan mantan pacarnya dengan kata lain "di-crop", mendatangi tempat-tempat yang dulunya pernah didatangi dengan mantan pacarnya, makan makanan favorit dengan mantannya yang dulu, entah itu ga mau tau, ga peduli, ga da tempat yang lain atau masih ga bisa move on?Hhmm..cukup sulit.

Kadang hati kesel melihat mantan sudah punya pasangan yang baru, tetapi yah bahagia karna melihatnya bahagia, sebagai manusia juga kita tidak luput dari salah dan dosa kok. Ada sisi buruk ada pula sisi baiknya, hati kesel dan emosi tapi di sisi lain tersimpan rasa bahagia melihat orang lain juga bahagia. Hanya bisa berdoa yang terbaik buatnya, kamu berarti sudah bisa menjadi orang yang bijak dan dewasa. Good. Tidak perlu menyesal dan menyalahkan keadaan karna kamu salah dari awal. Kalau bisa kembali ke masa lalu, pasti kamu akan meminta tidak akan pernah kenal dengannya karna dia hanya membuatmu sakit hati saja. Memulai sesuatu dengan kebahagiaan tetapi mengakhiri dengan kekecewaaan. Hidup ini penuh warna, kalau kamu terus merasakan bahagia, buat apa? Rasa sakit tidak selamanya sakit kok. Kalau kamu merasakan yang namanya sakit, ke depannya kamu akan berhati-hati agar tidak merasakan sakit lagi.

Teruslah berpikiran positif, teruslah mencari kebahagiaan itu apa dan bagaimana, teruslah tersenyum. Karena di balik kebahagiaan seseorang kita tidak tau apakah dia menyimpan rasa sakit yang mendalam atau tidak. Tidak perlu menunjukkan kekecewaanmu di depan umum, tunjukkanlah kamu adalah orang yang lurus dan bahagia. Berbagilah kebahagiaan dengan orang lain. Tidak perlu meratapi kamu adalah orang yang paling miris dan menderita di muka bumi ini. Masih banyak orang yang jauh jauh jauh lebih menderita daripada kamu yang hanya ditinggal oleh orang yang kamu sayang dengan kata lain "belum sah a.k.a pacar". Jomblo itu tidak hina kok, justru kamu sudah mengurangi dosa dengan tidak menjalin hubungan dengan lawan jenis kan?

Tuesday, April 14, 2015

Harus bangkit

Kunci kesuksesan itu tidak perlu melihat hal yang seharusnya tidak perlu dilihat, tidak perlu mendengar hal yang seharusnya tidak perlu didengar dan tidak perlu bicara hal yang seharusnya tidak perlu dibicarakan. Pasti hati bakal tenang, nyaman dan ngerasa happy terus. Setiap hari tersenyum aja sudah bisa membuat hati tenang kok. Sabar, sebuah kata simple yang sangat sulit dilakukan, kenapa? Butuh hati dan pikiran yang sinkron untuk bisa jadi orang yang sabar. Dulu aku bukan orang yang sabar, sangat sulit mengendalikan emosi, pemarah, emosional, mau menang sendiri, yah mungkin karena pada saat itu aku masih remaja labil yang moody banget. Yayaya..moody girl, hhmm.. Terlalu banyak masalah yang menghampiri, terlalu banyak kesulitan yang dihadapi, terlalu banyak perjalanan hidup yang penuh rintangan, semua itu membuat aku belajar sabar, menjadi lebih dewasa menyikapi segala permasalahan. Sudah pernah mengalami hal yang sulit, apabila kita mendapat hal yang sulit seperti apapun sudah cukup bisa mengatasinya. Itu yang aku hadapi sekarang.

Mengalami permasalahan di dalam keluarga yang begitu complicated, dari kecil aku sudah diajari untuk menjalani hidup ini dengan penuh ikhlas, jangan pernah menyalahkan siapa pun kenapa kamu tumbuh seperti ini, di keluarga yang seperti ini, berada di lingkungan yang seperti ini, mempunyai orang tua yang seperti ini. Itu sudah takdir dan digariskan. Beranjak menjadi anak-anak, bermain, memiliki teman, belajar membaca dan menulis, belajar tentang agama, cukup menyenangkan dan masa kecil aku juga bukan masa yang suram. Beranjak menjadi remaja, menambah banyak teman, bisa melihat dunia luar yang begitu luas ini, berbagai macam karakter orang, berpikiran kritis, sudah mulai banyak bertanya kenapa dan kenapa? Sedikit memiliki perasaan menyesal kenapa dilahirkan di keluarga yang seperti ini, kenapa aku tidak seperti mereka? Nihil, tidak ada jawaban, hanya bisa diam dan menyimpan pertanyaan dalam hati. Remaja menjadi dewasa? Apa aku sekarang sudah dewasa? Tidak juga, pikiran aku masih seperti anak kecil yang tidak tau apa itu kedewasaan. Menjadi orang dewasa itu seperti apa sih? Merubah penampilan? Mengubah cara berbicara? Bergaul dengan orang yang lebih tua? Dewasa itu mengubah cara pola pikir, memandang keadaan jauh lebih bijak, mengurangi emosional, lebih mengandalkan logika, berpikir sebelum bertindak, menurut aku mungkin seperti itu, ga tau menurut kalian seperti apa?

Dihadapi dengan orang-orang di masa lalu, dipertemukan kembali kepada orang-orang yang dahulu pernah dekat, artinya apa yah? Apa mungkin aku disuruh menyelesaikan apa yang selama ini belum selesai? Minta maaf misalnya atau berpamitan? Tapi buat apa? Aku ga pernah punya masalah atau berselisih dengan mereka. Yaa mungkin mereka harus melihat perubahan aku sekarang seperti apa. Cukup tegur sapa, bertanya kabar, berbicara seadanya, dan tidak lupa mereka hanya ingat bahwa dulu aku pernah berdampingan dengan siapa, harus sabar mendengarnya dan tersenyum sambil mendoakan semua yang terbaik buat aku dan dia.

Semua belajar dari masa lalu, masa lalu yang suram mengajarkan kita agar ke depannya bisa lebih baik lagi dan merubah itu semua. Penyesalan, memang itu akan terjadi pada saat semuanya telah berakhir tapi itu juga mengajarkan kita pentingnya berpikir sebelum bertindak. Kehilangan, yah setelah kehilangan kita akan menyesal karena detik yang berlalu akan menjadi kenangan, jangan pernah meremehkan kebersamaan sebelum waktu mengajarimu arti sebuah kehilangan dan kamu hanya bisa menyalahkan keadaan.