Paragraf itu berbunyi seperti ini :
"Di usia 25 tahun kamu akan sadar bahwa cinta saja tidak cukup untuk membuat sebuah hubungan berhasil. Ada faktor-faktor lain yang lebih krusial dari perasaan. Hal-hal teknis seperti pekerjaan, jarak, penghasilan, restu, hingga gaya hidup ternyata menentukan bertahan atau tidaknya sebuah hubungan cinta.
Kamu tidak lagi menjadi orang yang bertahan pada hubungan yang sudah jelas tidak bisa dibawa kemanapun hanya karena sudah terlalu cinta. Di usia 25 tahun kamu akan lebih rasional, dengan gagah berani melepaskan dia yang tidak bisa diajak membangun masa depan bersama."
Setelah aku memahami, memang ternyata benar, di 2013 di usia aku menginjak 25 tahun, terlalu banyak hal yang perlu dipikirkan selain pekerjaan, percintaan dan kehidupan pribadi. Di tahun itu hubungan yang sudah aku jalin terlalu lama, tidak pernah ada ujungnya, tidak tau mau dibawa kemana, tidak pernah ada kepastian. Cinta tidak hanya mengukur dari seberapa besar kamu cinta kepadanya, sayang kepadanya, setia kepadanya, jujur kepadanya, tetapi harus memikirkan bagaimana hubungan ini berjalan dan bagaimana mengatasi masalah yang akan dihadapi nantinya.
Cukup sakit, cukup lelah, cukup bahagia, dan juga cukup bingung untuk menjalaninya. Sebagai perempuan aku cuma butuh kepastian saja, bukan untuk mencari yang lebih sempurna, tetapi cukup mencari yang mempunya prinsip akan hidupnya.
Berdoa dan berusaha..selalu itu kata-kata yang sering aku dengar, selain berdoa juga harus berusaha, kalau sudah berusaha tetapi tetap tidak bisa bagaimana? Yaahh..banyakin lagi berdoanya juga tambah lagi usahanya.
Kesungguhan, kegigihan, keihklasan dan pengorbanan adalah pilar-pilar cinta sejati. Orang yang tidak mau berkorban adalah orang yang menunjukkan kehinaan dirinya. Semua masalah itu tidak akan terlalu menyakitkan jika kita lawan dengan kesabaran dan tawakkal. Untuk semua usaha dan doa yang telah aku jalani semua keputusan kembali lagi kepada-Nya.
No comments:
Post a Comment