Sempat mengenal sesosok pria yang tiba-tiba saja membuat hati ini ingin terbuka kembali. Pria yang sederhana, mapan, bicaranya lembut, tapi belum pernah bertemu sedikit pun. Komunikasi yang kami jalin membuat hati ini ingin memilikinya. Apalagi setelah tau bahwa dia belum memiliki dambaan hati. Jarak yang membuat kami tidak pernah bertemu, hanya komunikasi yang mendekatkan kami. Sembilan bulan memendam rasa ini, pada akhirnya dia memutuskan untuk memilih teman sekantornya. Apa karena yang dekat akan dikalahkan dengan yang hanya bisa memperhatikan melalui telepon saja? Cukup sakit hati. Air mata yang tidak pernah turun hanya karena masalah hati, akhirnya keluar juga. Tetapi..buat apa disesali dan ditangisi. Mungkin bukan jodoh. Selalu berharap agar ditemukan seorang pria yang baik. Aku sudah lelah, lelah sekali.
Sunday, January 31, 2016
9 Bulan
Semalam membaca sebuah kisah nyata dari salah satu akun media sosial yang berjudul "Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya". Awalnya dari judul saja aku kurang tertarik tetapi setelah aku baca, tidak sengaja air mata ini menetes. Seorang wanita muslimah yang memendam rasa kepada salah seorang pria yang sedang mengantar orang tuanya ibadah umroh sama halnya dengan wanita ini yang akan berangkat ibadah umroh bersama orang tuanya. Hanya memandang sekilas terasa hatinya bergetar aneh karena perawakannya yang kalem dan santun, akhlak yang baik menandakan kedalaman ilmu agamanya. Hingga dua minggu setelah berkenalan getaran hati tidak berhenti. Dalam hati wanita ini berharap kalau seandainya pria yang dia kagumi akan bisa mendampinginya kelak. Akhirnya dijejakkan kembali kakinya di tanah air, dalam doa-doa di tanah suci dilantunkan permohonan pada Allah agar mendekatkan dia yang sudah membuat hatinya bergetar. Berharap diperkenankan rasa ini menjadi sesuatu yang halal. Berjubel-jubel penjemput yang ingin menjemput keluarganya, namun sosok pria ini tidak nampak. Tetiba ada beberapa orang yang memeluk kedua orangtua lelaki tersebut dan mereka tenggelam dalam tangis. Allah telah memanggil pria itu dalam sebuah kecelakaan. Wanita ini lemas tak berdaya, dunia serasa gelap, ya Allah kuatkan hambamu ini. Pasti ada hikmah di balik semua ini.
Sempat mengenal sesosok pria yang tiba-tiba saja membuat hati ini ingin terbuka kembali. Pria yang sederhana, mapan, bicaranya lembut, tapi belum pernah bertemu sedikit pun. Komunikasi yang kami jalin membuat hati ini ingin memilikinya. Apalagi setelah tau bahwa dia belum memiliki dambaan hati. Jarak yang membuat kami tidak pernah bertemu, hanya komunikasi yang mendekatkan kami. Sembilan bulan memendam rasa ini, pada akhirnya dia memutuskan untuk memilih teman sekantornya. Apa karena yang dekat akan dikalahkan dengan yang hanya bisa memperhatikan melalui telepon saja? Cukup sakit hati. Air mata yang tidak pernah turun hanya karena masalah hati, akhirnya keluar juga. Tetapi..buat apa disesali dan ditangisi. Mungkin bukan jodoh. Selalu berharap agar ditemukan seorang pria yang baik. Aku sudah lelah, lelah sekali.
Sempat mengenal sesosok pria yang tiba-tiba saja membuat hati ini ingin terbuka kembali. Pria yang sederhana, mapan, bicaranya lembut, tapi belum pernah bertemu sedikit pun. Komunikasi yang kami jalin membuat hati ini ingin memilikinya. Apalagi setelah tau bahwa dia belum memiliki dambaan hati. Jarak yang membuat kami tidak pernah bertemu, hanya komunikasi yang mendekatkan kami. Sembilan bulan memendam rasa ini, pada akhirnya dia memutuskan untuk memilih teman sekantornya. Apa karena yang dekat akan dikalahkan dengan yang hanya bisa memperhatikan melalui telepon saja? Cukup sakit hati. Air mata yang tidak pernah turun hanya karena masalah hati, akhirnya keluar juga. Tetapi..buat apa disesali dan ditangisi. Mungkin bukan jodoh. Selalu berharap agar ditemukan seorang pria yang baik. Aku sudah lelah, lelah sekali.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment