Sunday, April 2, 2017

Membuka Hati

Dua tahun menutup hati, terlalu banyak kejadian yang membuat hati ini trauma dan mulai menutup perlahan. Banyak pria yang mencoba mendekati, tak satu pun yang aku rasa akan bisa membuka hati aku lagi. Sampai pada saatnya pertemuan yang tidak disengaja satu tahun yang lalu. Tidak saling kenal, tidak bertegur sapa, hanya tau dia ada pada saat itu saja.

Pertemuan kedua terjadi kembali, bercerita banyak tentang pengalaman masing-masing, cukup unik cukup asik dan cukup simpatik dengan pengalaman dia. Tidak ada perasaan apa-apa sampai event tersebut selesai.

Percakapan berlanjut pada salah satu social media yang juga tidak sengaja dan berlanjut sampai sekarang. Apa aku terlalu cepat mengambil kesimpulan? Apa aku terlalu cepat membuka hati? Dia orang biasa, tidak ada yang istimewa darinya, tapi ada sesuatu yang membuat aku bisa membuka hati aku perlahan. Kita sama-sama mempunyai masa lalu yang kelam. Masa lalu yang menyedihkan yang harus dijadikan sebagai pelajaran di masa depan.

Tujuan kita jelas, komitmen kita ada, dan aku memutuskan untuk membuka hati untuknya. Aku tidak tau apa aku terlalu cepat apa aku salah apa aku benar. Aku serahkan kembali kepada Allah SWT. Kalau dia jodoh aku dekatkanlah kami, kalau bukan biarkanlah kami berpisah dengan cara baik-baik tanpa menyakiti hati masing-masing. Aku sudah terlalu lelah untuk sakit hati. Aku sudah terlalu lelah untuk memulai lagi.