Tuesday, April 14, 2015

Harus bangkit

Kunci kesuksesan itu tidak perlu melihat hal yang seharusnya tidak perlu dilihat, tidak perlu mendengar hal yang seharusnya tidak perlu didengar dan tidak perlu bicara hal yang seharusnya tidak perlu dibicarakan. Pasti hati bakal tenang, nyaman dan ngerasa happy terus. Setiap hari tersenyum aja sudah bisa membuat hati tenang kok. Sabar, sebuah kata simple yang sangat sulit dilakukan, kenapa? Butuh hati dan pikiran yang sinkron untuk bisa jadi orang yang sabar. Dulu aku bukan orang yang sabar, sangat sulit mengendalikan emosi, pemarah, emosional, mau menang sendiri, yah mungkin karena pada saat itu aku masih remaja labil yang moody banget. Yayaya..moody girl, hhmm.. Terlalu banyak masalah yang menghampiri, terlalu banyak kesulitan yang dihadapi, terlalu banyak perjalanan hidup yang penuh rintangan, semua itu membuat aku belajar sabar, menjadi lebih dewasa menyikapi segala permasalahan. Sudah pernah mengalami hal yang sulit, apabila kita mendapat hal yang sulit seperti apapun sudah cukup bisa mengatasinya. Itu yang aku hadapi sekarang.

Mengalami permasalahan di dalam keluarga yang begitu complicated, dari kecil aku sudah diajari untuk menjalani hidup ini dengan penuh ikhlas, jangan pernah menyalahkan siapa pun kenapa kamu tumbuh seperti ini, di keluarga yang seperti ini, berada di lingkungan yang seperti ini, mempunyai orang tua yang seperti ini. Itu sudah takdir dan digariskan. Beranjak menjadi anak-anak, bermain, memiliki teman, belajar membaca dan menulis, belajar tentang agama, cukup menyenangkan dan masa kecil aku juga bukan masa yang suram. Beranjak menjadi remaja, menambah banyak teman, bisa melihat dunia luar yang begitu luas ini, berbagai macam karakter orang, berpikiran kritis, sudah mulai banyak bertanya kenapa dan kenapa? Sedikit memiliki perasaan menyesal kenapa dilahirkan di keluarga yang seperti ini, kenapa aku tidak seperti mereka? Nihil, tidak ada jawaban, hanya bisa diam dan menyimpan pertanyaan dalam hati. Remaja menjadi dewasa? Apa aku sekarang sudah dewasa? Tidak juga, pikiran aku masih seperti anak kecil yang tidak tau apa itu kedewasaan. Menjadi orang dewasa itu seperti apa sih? Merubah penampilan? Mengubah cara berbicara? Bergaul dengan orang yang lebih tua? Dewasa itu mengubah cara pola pikir, memandang keadaan jauh lebih bijak, mengurangi emosional, lebih mengandalkan logika, berpikir sebelum bertindak, menurut aku mungkin seperti itu, ga tau menurut kalian seperti apa?

Dihadapi dengan orang-orang di masa lalu, dipertemukan kembali kepada orang-orang yang dahulu pernah dekat, artinya apa yah? Apa mungkin aku disuruh menyelesaikan apa yang selama ini belum selesai? Minta maaf misalnya atau berpamitan? Tapi buat apa? Aku ga pernah punya masalah atau berselisih dengan mereka. Yaa mungkin mereka harus melihat perubahan aku sekarang seperti apa. Cukup tegur sapa, bertanya kabar, berbicara seadanya, dan tidak lupa mereka hanya ingat bahwa dulu aku pernah berdampingan dengan siapa, harus sabar mendengarnya dan tersenyum sambil mendoakan semua yang terbaik buat aku dan dia.

Semua belajar dari masa lalu, masa lalu yang suram mengajarkan kita agar ke depannya bisa lebih baik lagi dan merubah itu semua. Penyesalan, memang itu akan terjadi pada saat semuanya telah berakhir tapi itu juga mengajarkan kita pentingnya berpikir sebelum bertindak. Kehilangan, yah setelah kehilangan kita akan menyesal karena detik yang berlalu akan menjadi kenangan, jangan pernah meremehkan kebersamaan sebelum waktu mengajarimu arti sebuah kehilangan dan kamu hanya bisa menyalahkan keadaan.

No comments:

Post a Comment