Wednesday, June 10, 2015

Apa lagi?

Sejauh ini melangkah dan terus mencari-cari, semakin banyak orang di sekitar yang menggunjing, cukup sabar, berserah sama Allah, akan tiba masanya kebahagiaan akan diraih. Setiap orang bisa berubah, contohnya aku. Mungkin aku sudah dapat hidayah dari Allah dengan pelan-pelan mengikuti perintah-Nya, aku yang sekarang bukan aku yang dulu, aku sudah berubah, cukup jauh berubah. Dorongan dari orang tua, bimbingan dari orang tua, sambil mencari tau hidup itu seperti apa, aku hanya seperti sebutir pasir di gurun yang luas yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang lain. Cukup sulit memahaminya, selalu berusaha dan banyak berdoa saja. Masalah yang datang selalu bertubi-tubi tanpa tau bagaimana menyelesaikannya. Terlalu sering memikirkan dunia saja, hey kamu harus memikirkan diri kamu juga, bekerja dan beribadah tanpa memikirkan urusan diri sendiri. Masa depan kamu perlu dipikirkan juga kan? Iyah, aku sadar kok. Tapi...entahlah..

Apa lagi yang harus dicari? Uang yang banyak? Rumah? Mobil? Travelling? Sudah cukup, tidak usah terlalu jauh. Kamu hanya butuh pendamping. Kapan kamu memikirkan itu? Ya, aku pikirkan, tetapi aku terlalu sibuk dengan pekerjaan, aku mau memperbanyak ibadah karena aku takut tidak sempat lagi beribadah kepada-Nya. Kamu masih bisa sambil melakukan itu semua secara bersamaan kok. Selalu dan selalu memohon kepada-Nya agar bisa dipertemukan pendamping secepatnya, tetapi mungkin aku belum menemukan jawaban. Banyak yang mendekat tetapi pikiran aku hanya tertuju kepada satu pria itu saja yang aku tidak tau sampai kapan pikiran aku berhenti. Kamu jangan terlalu fokus, mungkin saja nantinya kamu malah tidak bisa mendapatkan kedua-duanya. Aku bingung, pikiran dan hati berkata lain. Tetapi hati terlalu berat kepadanya, tetapi pikiran berusaha mencari yang lain. Harus bagaimana? Setiap kali memulai untuk berhenti, kenapa dia datang lagi? Hati selalu terbuka lagi untuk memikirkan dia. Terlalu berat untuk dipahami. Terlalu sakit untuk dirasakan. Apakah kamu juga memikirkan hal yang sama? Kalau tidak, cukup sampai di sini saja. Aku terlalu lelah untuk terus-terusan mengulang hal yang sama.

No comments:

Post a Comment