Pertama kali bertemu, kamu dan aku telah berjanji, tidak perlu bersumpah, dalam suka dan duka, baik atau pun buruk, aku telah mengecewakanmu, kamu terlalu baik, terlalu polos. Tetapi setelah masa peristirahatan semua berubah, bukti yang ada di depan mata sungguh sakit jika dihadapi. Beberapa bulan terakhir aku meragu, menyangkal setiap air mata, aku harap akan segera berakhir tetapi aku sadar aku masih membutuhkanmu. Tapi sampai kapan kamu seperti ini?
Kamu selalu bilang, aku aneh, aku pemarah, aku sibuk, aku egois, aku tidak pernah mempedulikanmu, karena kamu tidak pernah mengira apa yang telah aku lakukan, saat kamu berkata manis di depanku, aku sudah mengira itu bukan kamu, aku atau kamu bukanlah satu-satunya bukan?
Selama ini aku setia, begitupun kamu, kini yang membuatku sedih aku sudah tau penyebabnya, hatimu sulit didapatkan begitupun hatiku. Aku telah menyayangimu bertahun-tahun. Mungkin aku yang tidak pernah cukup, kamu yang menyadarkan aku ketakutan terdalamku, dengan berdusta dan menghancurkan hubungan ini.
Sekarang aku sadar, mungkin kamu bukan yang terbaik, sudah ditentukan jalan kita. Berpisah cukup lebih baik, daripada harus bertahan dan menyimpan seribu kebohongan. Tidak terlalu lama kita berpisah kamu sudah membukakan mataku, betapa aku tidak terlalu menyesal untuk mengambil keputusan yang sulit ini. Kamu membuktikan itu, sungguh menyakitkan, sulit untuk menerima, aku tidak bisa sabar dan terima. Aku terlalu marah, marah kepada diriku bukan kepada kamu atau dia.
Membuat jalan yang baru untuk di hati, membuka hati kembali sangatlah sulit, aku sudah cukup bahagia, sudah bisa melupakan semua, sudah bisa sabar dan ikhlas, sampai pada akhirnya kamu hadir kembali dengan orang lain lagi, hadir dalam kehidupanku kembali. Aku tidak bisa marah, aku juga tidak sedih, Aku sekarang jauh bisa membuka pintu maaf sebesar-besarnya. Tetapi buat apa kalau hanya untuk membuka kembali luka di masa lalu? Aku sadar kamu dan dia berniat baik, tetapi jauh lebih baik kalau aku tidak harus bertemu kembali. Bukan maksud untuk memutus silahturahmi, bukan seperti itu. Tapi aku terlalu lelah karena harus sakit hati lagi, terlalu lama aku tidak mengeluarkan air mata ini, kenapa air mata ini keluar bukan karena terharu dan bahagia tetapi karena harus mengingat sesuatu yang aku tidak mengingatnya lagi?
Maksud kalian apa? Hanya sekedar ingin memberitahu aku? Hanya sekedar ingin minta maaf? Cukup, aku sudah lama memaafkan kamu, tetapi aku berpikir mungkin kamu yang tidak pernah memaafkan aku karena kamu yang telah memutuskan silahturahmi ini. Orang di sekeliling kamu juga berpikiran bahwa aku sepenuhnya salah. Sudah terlalu buruk di mata mereka kan? Mereka tidak tau yang sebenarnya, apa aku perlu menjelaskan? Tidak perlu, cukup sabar dan akan datang masanya semua orang akan tau siapa yang salah. Maafkan aku..kalian tidak perlu hadir kembali, karena aku tidak mau mencampuri urusan kalian. Aku hanya bisa berdoa yang terbaik buat kalian saja.
Friday, July 10, 2015
Wednesday, June 10, 2015
Apa lagi?
Sejauh ini melangkah dan terus mencari-cari, semakin banyak orang di sekitar yang menggunjing, cukup sabar, berserah sama Allah, akan tiba masanya kebahagiaan akan diraih. Setiap orang bisa berubah, contohnya aku. Mungkin aku sudah dapat hidayah dari Allah dengan pelan-pelan mengikuti perintah-Nya, aku yang sekarang bukan aku yang dulu, aku sudah berubah, cukup jauh berubah. Dorongan dari orang tua, bimbingan dari orang tua, sambil mencari tau hidup itu seperti apa, aku hanya seperti sebutir pasir di gurun yang luas yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang lain. Cukup sulit memahaminya, selalu berusaha dan banyak berdoa saja. Masalah yang datang selalu bertubi-tubi tanpa tau bagaimana menyelesaikannya. Terlalu sering memikirkan dunia saja, hey kamu harus memikirkan diri kamu juga, bekerja dan beribadah tanpa memikirkan urusan diri sendiri. Masa depan kamu perlu dipikirkan juga kan? Iyah, aku sadar kok. Tapi...entahlah..
Apa lagi yang harus dicari? Uang yang banyak? Rumah? Mobil? Travelling? Sudah cukup, tidak usah terlalu jauh. Kamu hanya butuh pendamping. Kapan kamu memikirkan itu? Ya, aku pikirkan, tetapi aku terlalu sibuk dengan pekerjaan, aku mau memperbanyak ibadah karena aku takut tidak sempat lagi beribadah kepada-Nya. Kamu masih bisa sambil melakukan itu semua secara bersamaan kok. Selalu dan selalu memohon kepada-Nya agar bisa dipertemukan pendamping secepatnya, tetapi mungkin aku belum menemukan jawaban. Banyak yang mendekat tetapi pikiran aku hanya tertuju kepada satu pria itu saja yang aku tidak tau sampai kapan pikiran aku berhenti. Kamu jangan terlalu fokus, mungkin saja nantinya kamu malah tidak bisa mendapatkan kedua-duanya. Aku bingung, pikiran dan hati berkata lain. Tetapi hati terlalu berat kepadanya, tetapi pikiran berusaha mencari yang lain. Harus bagaimana? Setiap kali memulai untuk berhenti, kenapa dia datang lagi? Hati selalu terbuka lagi untuk memikirkan dia. Terlalu berat untuk dipahami. Terlalu sakit untuk dirasakan. Apakah kamu juga memikirkan hal yang sama? Kalau tidak, cukup sampai di sini saja. Aku terlalu lelah untuk terus-terusan mengulang hal yang sama.
Apa lagi yang harus dicari? Uang yang banyak? Rumah? Mobil? Travelling? Sudah cukup, tidak usah terlalu jauh. Kamu hanya butuh pendamping. Kapan kamu memikirkan itu? Ya, aku pikirkan, tetapi aku terlalu sibuk dengan pekerjaan, aku mau memperbanyak ibadah karena aku takut tidak sempat lagi beribadah kepada-Nya. Kamu masih bisa sambil melakukan itu semua secara bersamaan kok. Selalu dan selalu memohon kepada-Nya agar bisa dipertemukan pendamping secepatnya, tetapi mungkin aku belum menemukan jawaban. Banyak yang mendekat tetapi pikiran aku hanya tertuju kepada satu pria itu saja yang aku tidak tau sampai kapan pikiran aku berhenti. Kamu jangan terlalu fokus, mungkin saja nantinya kamu malah tidak bisa mendapatkan kedua-duanya. Aku bingung, pikiran dan hati berkata lain. Tetapi hati terlalu berat kepadanya, tetapi pikiran berusaha mencari yang lain. Harus bagaimana? Setiap kali memulai untuk berhenti, kenapa dia datang lagi? Hati selalu terbuka lagi untuk memikirkan dia. Terlalu berat untuk dipahami. Terlalu sakit untuk dirasakan. Apakah kamu juga memikirkan hal yang sama? Kalau tidak, cukup sampai di sini saja. Aku terlalu lelah untuk terus-terusan mengulang hal yang sama.
Monday, April 27, 2015
Mantan
Sedikit berbagi tentang dunia percintaan, kadang aq juga ga habis pikir dengan para lelaki yang sudah putus dengan pacarnya tetapi masih menggunakan foto dengan mantan pacarnya dengan kata lain "di-crop", mendatangi tempat-tempat yang dulunya pernah didatangi dengan mantan pacarnya, makan makanan favorit dengan mantannya yang dulu, entah itu ga mau tau, ga peduli, ga da tempat yang lain atau masih ga bisa move on?Hhmm..cukup sulit.
Kadang hati kesel melihat mantan sudah punya pasangan yang baru, tetapi yah bahagia karna melihatnya bahagia, sebagai manusia juga kita tidak luput dari salah dan dosa kok. Ada sisi buruk ada pula sisi baiknya, hati kesel dan emosi tapi di sisi lain tersimpan rasa bahagia melihat orang lain juga bahagia. Hanya bisa berdoa yang terbaik buatnya, kamu berarti sudah bisa menjadi orang yang bijak dan dewasa. Good. Tidak perlu menyesal dan menyalahkan keadaan karna kamu salah dari awal. Kalau bisa kembali ke masa lalu, pasti kamu akan meminta tidak akan pernah kenal dengannya karna dia hanya membuatmu sakit hati saja. Memulai sesuatu dengan kebahagiaan tetapi mengakhiri dengan kekecewaaan. Hidup ini penuh warna, kalau kamu terus merasakan bahagia, buat apa? Rasa sakit tidak selamanya sakit kok. Kalau kamu merasakan yang namanya sakit, ke depannya kamu akan berhati-hati agar tidak merasakan sakit lagi.
Teruslah berpikiran positif, teruslah mencari kebahagiaan itu apa dan bagaimana, teruslah tersenyum. Karena di balik kebahagiaan seseorang kita tidak tau apakah dia menyimpan rasa sakit yang mendalam atau tidak. Tidak perlu menunjukkan kekecewaanmu di depan umum, tunjukkanlah kamu adalah orang yang lurus dan bahagia. Berbagilah kebahagiaan dengan orang lain. Tidak perlu meratapi kamu adalah orang yang paling miris dan menderita di muka bumi ini. Masih banyak orang yang jauh jauh jauh lebih menderita daripada kamu yang hanya ditinggal oleh orang yang kamu sayang dengan kata lain "belum sah a.k.a pacar". Jomblo itu tidak hina kok, justru kamu sudah mengurangi dosa dengan tidak menjalin hubungan dengan lawan jenis kan?
Kadang hati kesel melihat mantan sudah punya pasangan yang baru, tetapi yah bahagia karna melihatnya bahagia, sebagai manusia juga kita tidak luput dari salah dan dosa kok. Ada sisi buruk ada pula sisi baiknya, hati kesel dan emosi tapi di sisi lain tersimpan rasa bahagia melihat orang lain juga bahagia. Hanya bisa berdoa yang terbaik buatnya, kamu berarti sudah bisa menjadi orang yang bijak dan dewasa. Good. Tidak perlu menyesal dan menyalahkan keadaan karna kamu salah dari awal. Kalau bisa kembali ke masa lalu, pasti kamu akan meminta tidak akan pernah kenal dengannya karna dia hanya membuatmu sakit hati saja. Memulai sesuatu dengan kebahagiaan tetapi mengakhiri dengan kekecewaaan. Hidup ini penuh warna, kalau kamu terus merasakan bahagia, buat apa? Rasa sakit tidak selamanya sakit kok. Kalau kamu merasakan yang namanya sakit, ke depannya kamu akan berhati-hati agar tidak merasakan sakit lagi.
Teruslah berpikiran positif, teruslah mencari kebahagiaan itu apa dan bagaimana, teruslah tersenyum. Karena di balik kebahagiaan seseorang kita tidak tau apakah dia menyimpan rasa sakit yang mendalam atau tidak. Tidak perlu menunjukkan kekecewaanmu di depan umum, tunjukkanlah kamu adalah orang yang lurus dan bahagia. Berbagilah kebahagiaan dengan orang lain. Tidak perlu meratapi kamu adalah orang yang paling miris dan menderita di muka bumi ini. Masih banyak orang yang jauh jauh jauh lebih menderita daripada kamu yang hanya ditinggal oleh orang yang kamu sayang dengan kata lain "belum sah a.k.a pacar". Jomblo itu tidak hina kok, justru kamu sudah mengurangi dosa dengan tidak menjalin hubungan dengan lawan jenis kan?
Tuesday, April 14, 2015
Harus bangkit
Kunci kesuksesan itu tidak perlu melihat hal yang seharusnya tidak perlu dilihat, tidak perlu mendengar hal yang seharusnya tidak perlu didengar dan tidak perlu bicara hal yang seharusnya tidak perlu dibicarakan. Pasti hati bakal tenang, nyaman dan ngerasa happy terus. Setiap hari tersenyum aja sudah bisa membuat hati tenang kok. Sabar, sebuah kata simple yang sangat sulit dilakukan, kenapa? Butuh hati dan pikiran yang sinkron untuk bisa jadi orang yang sabar. Dulu aku bukan orang yang sabar, sangat sulit mengendalikan emosi, pemarah, emosional, mau menang sendiri, yah mungkin karena pada saat itu aku masih remaja labil yang moody banget. Yayaya..moody girl, hhmm.. Terlalu banyak masalah yang menghampiri, terlalu banyak kesulitan yang dihadapi, terlalu banyak perjalanan hidup yang penuh rintangan, semua itu membuat aku belajar sabar, menjadi lebih dewasa menyikapi segala permasalahan. Sudah pernah mengalami hal yang sulit, apabila kita mendapat hal yang sulit seperti apapun sudah cukup bisa mengatasinya. Itu yang aku hadapi sekarang.
Mengalami permasalahan di dalam keluarga yang begitu complicated, dari kecil aku sudah diajari untuk menjalani hidup ini dengan penuh ikhlas, jangan pernah menyalahkan siapa pun kenapa kamu tumbuh seperti ini, di keluarga yang seperti ini, berada di lingkungan yang seperti ini, mempunyai orang tua yang seperti ini. Itu sudah takdir dan digariskan. Beranjak menjadi anak-anak, bermain, memiliki teman, belajar membaca dan menulis, belajar tentang agama, cukup menyenangkan dan masa kecil aku juga bukan masa yang suram. Beranjak menjadi remaja, menambah banyak teman, bisa melihat dunia luar yang begitu luas ini, berbagai macam karakter orang, berpikiran kritis, sudah mulai banyak bertanya kenapa dan kenapa? Sedikit memiliki perasaan menyesal kenapa dilahirkan di keluarga yang seperti ini, kenapa aku tidak seperti mereka? Nihil, tidak ada jawaban, hanya bisa diam dan menyimpan pertanyaan dalam hati. Remaja menjadi dewasa? Apa aku sekarang sudah dewasa? Tidak juga, pikiran aku masih seperti anak kecil yang tidak tau apa itu kedewasaan. Menjadi orang dewasa itu seperti apa sih? Merubah penampilan? Mengubah cara berbicara? Bergaul dengan orang yang lebih tua? Dewasa itu mengubah cara pola pikir, memandang keadaan jauh lebih bijak, mengurangi emosional, lebih mengandalkan logika, berpikir sebelum bertindak, menurut aku mungkin seperti itu, ga tau menurut kalian seperti apa?
Dihadapi dengan orang-orang di masa lalu, dipertemukan kembali kepada orang-orang yang dahulu pernah dekat, artinya apa yah? Apa mungkin aku disuruh menyelesaikan apa yang selama ini belum selesai? Minta maaf misalnya atau berpamitan? Tapi buat apa? Aku ga pernah punya masalah atau berselisih dengan mereka. Yaa mungkin mereka harus melihat perubahan aku sekarang seperti apa. Cukup tegur sapa, bertanya kabar, berbicara seadanya, dan tidak lupa mereka hanya ingat bahwa dulu aku pernah berdampingan dengan siapa, harus sabar mendengarnya dan tersenyum sambil mendoakan semua yang terbaik buat aku dan dia.
Semua belajar dari masa lalu, masa lalu yang suram mengajarkan kita agar ke depannya bisa lebih baik lagi dan merubah itu semua. Penyesalan, memang itu akan terjadi pada saat semuanya telah berakhir tapi itu juga mengajarkan kita pentingnya berpikir sebelum bertindak. Kehilangan, yah setelah kehilangan kita akan menyesal karena detik yang berlalu akan menjadi kenangan, jangan pernah meremehkan kebersamaan sebelum waktu mengajarimu arti sebuah kehilangan dan kamu hanya bisa menyalahkan keadaan.
Dihadapi dengan orang-orang di masa lalu, dipertemukan kembali kepada orang-orang yang dahulu pernah dekat, artinya apa yah? Apa mungkin aku disuruh menyelesaikan apa yang selama ini belum selesai? Minta maaf misalnya atau berpamitan? Tapi buat apa? Aku ga pernah punya masalah atau berselisih dengan mereka. Yaa mungkin mereka harus melihat perubahan aku sekarang seperti apa. Cukup tegur sapa, bertanya kabar, berbicara seadanya, dan tidak lupa mereka hanya ingat bahwa dulu aku pernah berdampingan dengan siapa, harus sabar mendengarnya dan tersenyum sambil mendoakan semua yang terbaik buat aku dan dia.
Semua belajar dari masa lalu, masa lalu yang suram mengajarkan kita agar ke depannya bisa lebih baik lagi dan merubah itu semua. Penyesalan, memang itu akan terjadi pada saat semuanya telah berakhir tapi itu juga mengajarkan kita pentingnya berpikir sebelum bertindak. Kehilangan, yah setelah kehilangan kita akan menyesal karena detik yang berlalu akan menjadi kenangan, jangan pernah meremehkan kebersamaan sebelum waktu mengajarimu arti sebuah kehilangan dan kamu hanya bisa menyalahkan keadaan.
Saturday, February 21, 2015
Ada apa denganku?
Semua berawal dari kenyamanan, kebersamaan, selalu dan setiap hari. Beberapa bulan terjadi begitu saja. Memutuskan untuk beristirahat sejenak, entah mengapa semua kata-kata itu terucap. Dari hati tidak menyesal, dari pikiran aku selalu berpikir, dia lebih baik daripada kamu. Kamu lemah, tidak tegas, tidak bisa menjadi panutan, masa depan kamu belum terlihat, hanya itu yang aku pikirkan. Duniawi, ya duniawi, hanya ingin terlihat bersenang-senang saja karena orang di sekitar aku bukan orang yang bersyukur, terlalu banyak dikelilingi oleh orang yang memikirkan duniawi saja. Selama masa peristirahatan dia selalu bersamaku, setiap hari, setiap saat, aku selalu bahagia dan senang ketika bersamanya. Aku tidak perduli apa yang kamu lakukan sekarang, aku hanya berpikir aku sekarang bersama dia, apa yang aku mau dia selalu berikan.
Masa peristirahatan pun usai, kamu kembali menghubungi aku, kita kembali bersama, aku tidak merasakan apapun, rasa bersamamu sudah hilang, hilang sama sekali, kita menjadi garing dan aneh. Hubungan macam apa ini? Ketika waktunya tiba, permasalahan yang banyak menghampiriku di hari itu, aku bingung, aku lelah, aku capek, aku marah, aku sedih, aku terpojok, aku tidak ingat dengan Allah. Kamu hadir dengan sejuta pertanyaan, pertanyaan yang membuat aku marah, aku emosi lalu akhirnya aku putuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Aku sudah tidak mempunyai rasa, aku sedang terpuruk, kenapa kamu hadir dengan sikap seperti itu? Baik, kita sudahan saja, kamu tidak setuju, tapi aku capek, kamu tidak mengerti aku. Tanpa berfikir sama sekali kata-kata itu terucap dariku. Aku minta maaf...
Aku sendiri, aku bebas, masalah aku sudah selesai, pada saat aku terpuruk aku hanya memikirkan dia saja, dia selalu menemaniku. Sedih dan senang hanya dia yang ada sekarang. Seiring berjalannya waktu, tanpa berpikir bagaimana ke depannya, bagaimana hubungan ini dilanjutkan, bagaimana harus memilih satu di antara dua, bagaimana harus memikirkan sekitar, bagaimana harus yakin, bagaimana harus bertanggung jawab dengan keputusan, bagaimana harus menghargai perbedaan, tidak, hubungan ini salah, tapi dia yang berusaha menguatkan dan mengatakan kita jalani saja. Dari hati aku bingung, aku harus bagaimana, aku putuskan untuk jalani saja, tanpa paksaan dan juga tanpa dukungan dari siapapun. Aku punya banyak teman, tapi apa teman aku tulus? Aku punya keluarga, tapi keluarga sedikit menjauh. Aku punya sahabat, tapi hanya sekedar menyapa saja tanpa mendengar suara ataupun bertemu. Oke, aku punya dia, dia yang selalu menemani, ketika aku ada masalah dia yang menasehati, dia yang mendukung, dia yang membenarkan dan menyalahkan aku. Dia baik, dia dewasa, dia perhatian, tapi apa dia tulus?
Berjalannya waktu, semakin ke sini semakin keliatan semuanya, dia orang baik tetapi dia bukan orang yang benar, hubungan aku salah, aku bodoh tapi semua sudah terjadi. Beberapa bulan terkahir semua berubah dari biasanya, dia berubah dan aku cukup berubah ke arah yang lebih baik semenjak aku keluar dari lingkup orang-orang yang tidak pernah saling menghargai sesama. Di satu sisi aku bersyukur, di satu sisi aku sedih, apa setelah ini aku akan lebih baik? Apakah aku akan berubah? Ya, aku berubah, semua berubah, termasuk dia. Setelah aku memasuki ruang lingkup yang baru, aku dan dia berjalan normal seperti biasanya, sampai akhirnya mungkin dia jenuh atau sudah capek atau sudah lelah berjalan di jalan yang tidak ada ujungnya?
Sampai tiba saatnya kita harus membicarakan ini semua, menyelesaikan yang belum selesai, memulai yang akan dimulai ke depannya, harus sama-sama berbesar hati, harus bisa menerima dan menghargai keputusan yang telah diambil. Aku sedih, aku belum siap, tapi aku harus kuat. Dia terlihat biasa saja, dia terlihat santai, entah apa yang ada di pikiran dia, apa dia sudah mempunyai yang lain? Apa dia sudah ada yang mendekati? Aku ga boleh berpikiran negatif, harus menghargai orang yang sudah bersamaku selama ini. Harus tenang, harus sabar, harus ikhlas, harus dewasa dan harus tetap rendah hati, kita mulai esok hari dengan hati yang tenang.
Kesendirian aku dimulai, hati yang penuh kini berkurang massanya. Apa harus dimulai dengan mengisi hati ini dengan orang lain? Tidak, aku tidak sejahat itu. Aku tidak akan memulai sesuatu dengan pelampiasan, aku tidak akan menyakiti hati orang lain hanya untuk melupakan masa lalu. Terima saja, hargai semua keputusan yang sudah diambil. Oke, aku akan berusaha. Beberapa hari aku lewati, aku cukup terdiam tanpa harus memberitahukan kepada siapapun apa yang terjadi padaku. Tetapi..semua orang terdekat tau dengan sendirinya, melihat dia bersama dengan pasangannya yang baru, pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan kepadaku. Akhirnya aku menceritakan semuanya dan semua mengetahuinya. Aku kaget, respon semua teman aku bukannya prihatin dan memberikan aku dukungan tetapi mereka senang dan bahagia. Kalian semua kenapa? Aku sedang sedih, aku ingin dihibur.
Sebuah kenyataan terungkap dari semua sahabat aku, yang benar dari yang sebenarnya, semua orang terdekat aku ternyata tidak menyukai hubungan aku dengan dia. Terlalu banyak kenyataan yang diungkapkan, aku sadar, aku sangat sadar, karena hanya ingin menghargai hubungan aku saja mereka menerima semuanya dan tidak ingin menyakiti aku, sampai akhirnya aku berpisah semua menyadarkan aku betapa bodoh dan salahnya aku selama ini. Sampai terlontar dari salah satu teman aku, apa dia hanya ingin memanfaatkan aku saja terkait dengan pekerjaan dia? Aku tidak sanggup memikirkan itu semua, aku hanya terdiam, dan menangis di dalam hati. Aku salah, sangat salah, terima kasih karena kalian masih mengingatkan aku dan tidak menjauh di saat aku sedang jatuh. Itulah teman, itulah sahabat. Sekarang aku jauh lebih tenang, senyum bisa terlihat lebar di bibir, terima kasih ya Allah engkau telah menunjukkan orang yang salah buat aku.
Tidak perlu memikirkan yang kemarin, tidak perlu memikirkan yang sebelumnya, tidak perlu memikirkan masa lalu dan tidak perlu kepikiran akan kembali kepada kamu dan dia. Buat kamu, aku minta maaf, aku salah, mungkin ini karma buat aku, mungkin ini yang kamu rasakan pada saat dulu. Aku benar-benar minta maaf. Buat dia, aku juga minta maaf, terima kasih buat semuanya, kedewasaan kamu membuka pikiran aku, tetapi sikap kamu ini juga membuat aku lebih bisa berpikiran dewasa. Bahwa tidak harus menyakiti orang lain hanya untuk memperoleh kebahagiaan. Semoga kamu bahagia bersamanya dan semoga kamu bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi. Kesempurnaan tidak harus diperoleh dari banyak pilihan dan kamu harus memilih dan mencari, tetapi apa yang ada di depan mata jauh lebih bisa kamu perbaiki. Belajarlah untuk memperbaiki bukan mengganti.
Masa peristirahatan pun usai, kamu kembali menghubungi aku, kita kembali bersama, aku tidak merasakan apapun, rasa bersamamu sudah hilang, hilang sama sekali, kita menjadi garing dan aneh. Hubungan macam apa ini? Ketika waktunya tiba, permasalahan yang banyak menghampiriku di hari itu, aku bingung, aku lelah, aku capek, aku marah, aku sedih, aku terpojok, aku tidak ingat dengan Allah. Kamu hadir dengan sejuta pertanyaan, pertanyaan yang membuat aku marah, aku emosi lalu akhirnya aku putuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Aku sudah tidak mempunyai rasa, aku sedang terpuruk, kenapa kamu hadir dengan sikap seperti itu? Baik, kita sudahan saja, kamu tidak setuju, tapi aku capek, kamu tidak mengerti aku. Tanpa berfikir sama sekali kata-kata itu terucap dariku. Aku minta maaf...
Aku sendiri, aku bebas, masalah aku sudah selesai, pada saat aku terpuruk aku hanya memikirkan dia saja, dia selalu menemaniku. Sedih dan senang hanya dia yang ada sekarang. Seiring berjalannya waktu, tanpa berpikir bagaimana ke depannya, bagaimana hubungan ini dilanjutkan, bagaimana harus memilih satu di antara dua, bagaimana harus memikirkan sekitar, bagaimana harus yakin, bagaimana harus bertanggung jawab dengan keputusan, bagaimana harus menghargai perbedaan, tidak, hubungan ini salah, tapi dia yang berusaha menguatkan dan mengatakan kita jalani saja. Dari hati aku bingung, aku harus bagaimana, aku putuskan untuk jalani saja, tanpa paksaan dan juga tanpa dukungan dari siapapun. Aku punya banyak teman, tapi apa teman aku tulus? Aku punya keluarga, tapi keluarga sedikit menjauh. Aku punya sahabat, tapi hanya sekedar menyapa saja tanpa mendengar suara ataupun bertemu. Oke, aku punya dia, dia yang selalu menemani, ketika aku ada masalah dia yang menasehati, dia yang mendukung, dia yang membenarkan dan menyalahkan aku. Dia baik, dia dewasa, dia perhatian, tapi apa dia tulus?
Berjalannya waktu, semakin ke sini semakin keliatan semuanya, dia orang baik tetapi dia bukan orang yang benar, hubungan aku salah, aku bodoh tapi semua sudah terjadi. Beberapa bulan terkahir semua berubah dari biasanya, dia berubah dan aku cukup berubah ke arah yang lebih baik semenjak aku keluar dari lingkup orang-orang yang tidak pernah saling menghargai sesama. Di satu sisi aku bersyukur, di satu sisi aku sedih, apa setelah ini aku akan lebih baik? Apakah aku akan berubah? Ya, aku berubah, semua berubah, termasuk dia. Setelah aku memasuki ruang lingkup yang baru, aku dan dia berjalan normal seperti biasanya, sampai akhirnya mungkin dia jenuh atau sudah capek atau sudah lelah berjalan di jalan yang tidak ada ujungnya?
Sampai tiba saatnya kita harus membicarakan ini semua, menyelesaikan yang belum selesai, memulai yang akan dimulai ke depannya, harus sama-sama berbesar hati, harus bisa menerima dan menghargai keputusan yang telah diambil. Aku sedih, aku belum siap, tapi aku harus kuat. Dia terlihat biasa saja, dia terlihat santai, entah apa yang ada di pikiran dia, apa dia sudah mempunyai yang lain? Apa dia sudah ada yang mendekati? Aku ga boleh berpikiran negatif, harus menghargai orang yang sudah bersamaku selama ini. Harus tenang, harus sabar, harus ikhlas, harus dewasa dan harus tetap rendah hati, kita mulai esok hari dengan hati yang tenang.
Kesendirian aku dimulai, hati yang penuh kini berkurang massanya. Apa harus dimulai dengan mengisi hati ini dengan orang lain? Tidak, aku tidak sejahat itu. Aku tidak akan memulai sesuatu dengan pelampiasan, aku tidak akan menyakiti hati orang lain hanya untuk melupakan masa lalu. Terima saja, hargai semua keputusan yang sudah diambil. Oke, aku akan berusaha. Beberapa hari aku lewati, aku cukup terdiam tanpa harus memberitahukan kepada siapapun apa yang terjadi padaku. Tetapi..semua orang terdekat tau dengan sendirinya, melihat dia bersama dengan pasangannya yang baru, pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan kepadaku. Akhirnya aku menceritakan semuanya dan semua mengetahuinya. Aku kaget, respon semua teman aku bukannya prihatin dan memberikan aku dukungan tetapi mereka senang dan bahagia. Kalian semua kenapa? Aku sedang sedih, aku ingin dihibur.
Sebuah kenyataan terungkap dari semua sahabat aku, yang benar dari yang sebenarnya, semua orang terdekat aku ternyata tidak menyukai hubungan aku dengan dia. Terlalu banyak kenyataan yang diungkapkan, aku sadar, aku sangat sadar, karena hanya ingin menghargai hubungan aku saja mereka menerima semuanya dan tidak ingin menyakiti aku, sampai akhirnya aku berpisah semua menyadarkan aku betapa bodoh dan salahnya aku selama ini. Sampai terlontar dari salah satu teman aku, apa dia hanya ingin memanfaatkan aku saja terkait dengan pekerjaan dia? Aku tidak sanggup memikirkan itu semua, aku hanya terdiam, dan menangis di dalam hati. Aku salah, sangat salah, terima kasih karena kalian masih mengingatkan aku dan tidak menjauh di saat aku sedang jatuh. Itulah teman, itulah sahabat. Sekarang aku jauh lebih tenang, senyum bisa terlihat lebar di bibir, terima kasih ya Allah engkau telah menunjukkan orang yang salah buat aku.
Tidak perlu memikirkan yang kemarin, tidak perlu memikirkan yang sebelumnya, tidak perlu memikirkan masa lalu dan tidak perlu kepikiran akan kembali kepada kamu dan dia. Buat kamu, aku minta maaf, aku salah, mungkin ini karma buat aku, mungkin ini yang kamu rasakan pada saat dulu. Aku benar-benar minta maaf. Buat dia, aku juga minta maaf, terima kasih buat semuanya, kedewasaan kamu membuka pikiran aku, tetapi sikap kamu ini juga membuat aku lebih bisa berpikiran dewasa. Bahwa tidak harus menyakiti orang lain hanya untuk memperoleh kebahagiaan. Semoga kamu bahagia bersamanya dan semoga kamu bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi. Kesempurnaan tidak harus diperoleh dari banyak pilihan dan kamu harus memilih dan mencari, tetapi apa yang ada di depan mata jauh lebih bisa kamu perbaiki. Belajarlah untuk memperbaiki bukan mengganti.
Friday, February 20, 2015
8 Menit
Delapan menit waktu yang cukup singkat. Kalau hanya berdiam diri tanpa suara, tanpa melakukan aktifitas apapun, akan merasa bosan dan terasa begitu lama. Delapan menit yang aku lalui cukup padat dan berkualitas, tidak ada jeda untuk terdiam ataupun kebingungan. Semuanya padat dengan pembicaraan. Delapan menit ini cukup berarti setelah 19 hari aku lalui. Terlalu banyak perubahan dari aku, tapi tidak ada yang berubah darinya. Perasaan tegang, deg-degan, gemetaran, bingung, sampai terasa ingin mual, aku rasakan di delapan menit itu.
Tujuannya hanya satu, mengembalikan miliknya yang ada padaku. Tapi dari tujuan itu cukup banyak yang kita perbincangkan. Entah apa yang aku rasakan di delapan menit itu. Bahagia? Aku cukup bahagia. Sedih? Iya, aku sangat sedih. Menyesal? Tidak, aku selalu menghargai semua keputusan yang telah diambil. Marah? Iyah, aku marah dengan diri aku. Selalu memohon untuk mendapatkan kesabaran yang berlimpah. Sebagai perempuan aku sangat lemah dan rapuh. Lalu apa yang membuat aku tegar? Keadaan. Keadaan yang membuat aku jauh lebih tegar, sabar, ikhlas dan menerima semuanya dengan berbesar hati. Teman. Teman yang membuka pikiran aku jauh lebih terbuka dari sebelumnya. Keluarga. Keluarga yang mengingatkan aku akan seberapa pentingnya komunikasi yang baik dan tetap menjaga silahturahmi kepada orang yang paling dekat. Allah. Allah yang memiliki segalanya, memiliki jiwa dan raga ini, selalu diingatkan akan Dia yang selama ini aku terlupa.
Delapan menit yang cukup berkualitas, aku tidak ingin mengulang, karena air mata sudah harus aku coba untuk berhenti keluar lagi. Aku sudah lelah, hati aku sudah letih, pikiran aku sudah harus tenang, harus sudah bisa serius kepada semua yang telah aku hentikan. Terima kasih untuk delapan menit ini.
Tujuannya hanya satu, mengembalikan miliknya yang ada padaku. Tapi dari tujuan itu cukup banyak yang kita perbincangkan. Entah apa yang aku rasakan di delapan menit itu. Bahagia? Aku cukup bahagia. Sedih? Iya, aku sangat sedih. Menyesal? Tidak, aku selalu menghargai semua keputusan yang telah diambil. Marah? Iyah, aku marah dengan diri aku. Selalu memohon untuk mendapatkan kesabaran yang berlimpah. Sebagai perempuan aku sangat lemah dan rapuh. Lalu apa yang membuat aku tegar? Keadaan. Keadaan yang membuat aku jauh lebih tegar, sabar, ikhlas dan menerima semuanya dengan berbesar hati. Teman. Teman yang membuka pikiran aku jauh lebih terbuka dari sebelumnya. Keluarga. Keluarga yang mengingatkan aku akan seberapa pentingnya komunikasi yang baik dan tetap menjaga silahturahmi kepada orang yang paling dekat. Allah. Allah yang memiliki segalanya, memiliki jiwa dan raga ini, selalu diingatkan akan Dia yang selama ini aku terlupa.
Delapan menit yang cukup berkualitas, aku tidak ingin mengulang, karena air mata sudah harus aku coba untuk berhenti keluar lagi. Aku sudah lelah, hati aku sudah letih, pikiran aku sudah harus tenang, harus sudah bisa serius kepada semua yang telah aku hentikan. Terima kasih untuk delapan menit ini.
Tuesday, February 17, 2015
Harus berani
Salah atau benar? Dua kemungkinan yang tidak bisa kita nilai untuk diri kita sendiri, butuh banyak orang bukan seseorang untuk dapat menilai itu. Hidup itu seperti ujian, diberi soal, kamu menjawab, dan akan dinilai kamu benar apa salah. Sama halnya dengan kamu diberi permasalahan yang begitu banyak, kamu harus bertindak menggunakan akal, dan kamu akan dinilai kamu mendapat pahala atau dosa. Semua permasalahan yang dialami tidak semata-mata diselesaikan dengan jalan pintas, itu makanya kenapa manusia diberi akal, digunakan untuk berpikir sebelum bertindak. Manusia tidak luput dari salah dan khilaf, justru dari kesalahan tersebut kita bisa belajar bagaimana nikmatnya diberi permasalahan yang begitu banyak. Apakah kamu mau hidup kamu monoton? Selalu senang, selalu sedih, selalu gelisah? Ga kan? Kita pasti mau merasakan semua rasa itu.
Semua hal yang aku lalui, yang aku lewati, yang aku alami tidak pernah berjalan mulus. Kadang aku merasa hidup ini ga adil, kadang aku merasa hidup ini aneh, kadang aku merasa hidup ini biasa saja, tapi semakin umur aku bertambah semakin banyak hal yang aku alami, semua mengajarkan aku bahwa hidup ini indah, apabila kamu selalu bersyukur dari hal sekecil apapun itu. Aku pernah berfikir kenapa aku dilahirkan seperti ini? Keluarga yang tidak sempurna, bukan keluarga yang diimpikan kebanyakan orang. Tapi dari situ aku harus berpikiran positif, mungkin apabila keluarga aku tetap utuh, kemungkinan yang lebih buruk bisa lebih banyak terjadi. Buat kedua orang tua aku yang sudah melahirkan aku, terima kasih banyak, walaupun aku bukan dibesarkan oleh kalian berdua, tapi aku bangga punya kalian.
Hidup ini yang mengajarkan aku harus lebih berani, kenyataan yang mengajarkan aku harus berpikiran dewasa, masalah yang mengajarkan aku harus lebih sabar, dan pengalaman yang mengajarkan aku harus lebih bijaksana dalam mengambil sikap dan harus menjadi orang yang lebih baik lagi. Terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat, tapi dari kesalahan itu aku bisa memperbaikinya. Terlalu banyak dosa yang aku perbuat, dari dosa tersebut aku belajar menjadi orang yang lebih baik dan berjalan di jalan yang benar. Keadaan yang merubah segalanya, hanya yang memahami akan mengerti dan hanya yang mengalami akan memahami.
Semua hal yang aku lalui, yang aku lewati, yang aku alami tidak pernah berjalan mulus. Kadang aku merasa hidup ini ga adil, kadang aku merasa hidup ini aneh, kadang aku merasa hidup ini biasa saja, tapi semakin umur aku bertambah semakin banyak hal yang aku alami, semua mengajarkan aku bahwa hidup ini indah, apabila kamu selalu bersyukur dari hal sekecil apapun itu. Aku pernah berfikir kenapa aku dilahirkan seperti ini? Keluarga yang tidak sempurna, bukan keluarga yang diimpikan kebanyakan orang. Tapi dari situ aku harus berpikiran positif, mungkin apabila keluarga aku tetap utuh, kemungkinan yang lebih buruk bisa lebih banyak terjadi. Buat kedua orang tua aku yang sudah melahirkan aku, terima kasih banyak, walaupun aku bukan dibesarkan oleh kalian berdua, tapi aku bangga punya kalian.
Hidup ini yang mengajarkan aku harus lebih berani, kenyataan yang mengajarkan aku harus berpikiran dewasa, masalah yang mengajarkan aku harus lebih sabar, dan pengalaman yang mengajarkan aku harus lebih bijaksana dalam mengambil sikap dan harus menjadi orang yang lebih baik lagi. Terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat, tapi dari kesalahan itu aku bisa memperbaikinya. Terlalu banyak dosa yang aku perbuat, dari dosa tersebut aku belajar menjadi orang yang lebih baik dan berjalan di jalan yang benar. Keadaan yang merubah segalanya, hanya yang memahami akan mengerti dan hanya yang mengalami akan memahami.
Monday, February 9, 2015
Sulit untuk bilang selamat tinggal
Setiap pertemuan selalu ada perpisahan, semua orang tau itu. Begitu pun yang aku alami sekarang. Setiap orang yang singgah di hati, selalu pergi, entah aku yang tersakiti atau aku yang menyakitinya atau memang harus ditakdirkan untuk berpisah. Semua itu takdir. Semua itu sudah jalan-Nya. Seperti lirik lagu, "Mengapa kita bertemu bila akhirnya dipisahkan, Mengapa kita berjumpa tapi akhirnya dijauhkan". Kalau mendengar itu rasanya ingin kembali ke masa lalu dan tidak mau mengulangi ini semua. Tapi setiap manusia selalu punya masalah, entah itu ringan atau berat. Tergantung bagaimana manusia itu sendiri menyikapi masalah tersebut. Dibalik kesedihan yang aku alami, masih banyak orang lain yang mengalami kesedihan jauh lebih mendalam daripada yang aku alami. Apabila kita tidak pernah mengalami masalah, kita tidak pernah tau caranya belajar sabar dan ikhlas.
Aku selalu berucap dalam hati, sebelum kita dipertemukan yang benar kita bakal dipertemukan yang salah dulu supaya kita bisa belajar kuat, sabar, ikhlas dan selalu ingat kepada-Nya bahwa hidup itu ga selalu berjalan mulus. Hidup ini indah apabila kita syukuri, bernapas saja kita perlu bersyukur, bangun pagi saat membuka mata kita masih bisa lihat dunia ini dan masih bisa bekerja saja itu sudah suatu kenikmatan. Dari hal kecil seperti itu saja harusnya aku sudah bisa banyak bersyukur dan berterima kasih kepada Yang Maha Kuasa.
Selama ini aku terlalu memikirkan urusan duniawi saja tanpa pernah memperdulikan urusan akhirat, selalu memikirkan diri sendiri tanpa pernah melihat keluarga dan orang-orang terdekat. Dari dulu selalu ingin berubah tapi hanya terucap saja, ga pernah direalisasikan, haha..manusia tidak pernah luput dari salah dan dosa. Kepada Engkau Yang Maha Sempurna, berilah aku ketenangan hati, kesabaran yang berlimpah, pikiran yang jernih, dan rasa ikhlas yang tiada habisnya, karena dengan itu semua aku bisa memulai hidup ini dengan jauh lebih tenang dan bersyukur.
Sunday, January 18, 2015
Kamu lelah?
Sudah terlalu jauh melangkah, sudah terlalu jauh berjalan, sudah terlalu lelah berlari. Harus kemana lagi? Seperti manusia di persimpangan yang tidak punya arah tujuan, tidak tau harus kemana dan sama siapa. Apakah harus ke kanan untuk sebuah penantian atau ke kiri untuk sebuah perbaikan diri atau lurus yang tidak selalu berjalan mulus atau harus kah mundur dan kembali ke masa lalu?
Berbagai macam alasan dikeluarkan, hari demi hari, waktu terus berjalan dan tidak akan pernah berhenti. Semakin banyak hal-hal yang tidak masuk akal, mencari celah untuk mengambil kebebasan, hanya berdiam mengikuti alur, menunggu sampai waktunya tiba. Tidak pernah sedikitpun terbayangkan bagaimana melepaskan itu indah atau menyedihkan. Hanya berpikir untuk satu hari itu saja, kamu pergi dan aku harus siap.
Berbagai macam alasan dikeluarkan, hari demi hari, waktu terus berjalan dan tidak akan pernah berhenti. Semakin banyak hal-hal yang tidak masuk akal, mencari celah untuk mengambil kebebasan, hanya berdiam mengikuti alur, menunggu sampai waktunya tiba. Tidak pernah sedikitpun terbayangkan bagaimana melepaskan itu indah atau menyedihkan. Hanya berpikir untuk satu hari itu saja, kamu pergi dan aku harus siap.
Monday, January 12, 2015
Apa aku salah?
Kalau setiap cerita hidup kita selalu indah, hati ini tidak pernah kenal dekat dengan sabar dan ikhlas.
Kalau setiap yang kita inginkan maunya dikabulkan, kita tak pernah tau indahnya mendekati Allah bersama jutaan doa dan harapan.
Kalau setiap harapan kita selalu berjalan sesuai rencana, kita tak pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan.
Menurut kamu, bagaimana solusimu ketika aku terlalu lelah untuk bertahan tetapi terlalu cinta untuk melepaskan? Cinta adalah kuatmu dalam bertahan, tetapi lepaskanlah jika kuatmu tidak dihargai.
Mungkin aku salah, menunggu seseorang yang sedang menunggu orang lain..
Kalau setiap yang kita inginkan maunya dikabulkan, kita tak pernah tau indahnya mendekati Allah bersama jutaan doa dan harapan.
Kalau setiap harapan kita selalu berjalan sesuai rencana, kita tak pernah belajar bahwa kecewa itu menguatkan.
Menurut kamu, bagaimana solusimu ketika aku terlalu lelah untuk bertahan tetapi terlalu cinta untuk melepaskan? Cinta adalah kuatmu dalam bertahan, tetapi lepaskanlah jika kuatmu tidak dihargai.
Mungkin aku salah, menunggu seseorang yang sedang menunggu orang lain..
Thursday, January 8, 2015
Masa depan dari masa lalu
Beberapa hari yang lalu aq melihat sebuah paragraf singkat dari salah seorang teman yang sekarang dia jauh lebih berubah daripada yang dulu. Jauh lebih rasional dan serius. Cukup bangga melihat dia sekarang karena sudah berjalan 6 tahun persahabatan kita, yang dulu dia seperti apa yang sekarang seperti apa. Semoga dia sukses ke depannya. Amin.
Paragraf itu berbunyi seperti ini :
"Di usia 25 tahun kamu akan sadar bahwa cinta saja tidak cukup untuk membuat sebuah hubungan berhasil. Ada faktor-faktor lain yang lebih krusial dari perasaan. Hal-hal teknis seperti pekerjaan, jarak, penghasilan, restu, hingga gaya hidup ternyata menentukan bertahan atau tidaknya sebuah hubungan cinta.
Kamu tidak lagi menjadi orang yang bertahan pada hubungan yang sudah jelas tidak bisa dibawa kemanapun hanya karena sudah terlalu cinta. Di usia 25 tahun kamu akan lebih rasional, dengan gagah berani melepaskan dia yang tidak bisa diajak membangun masa depan bersama."
Setelah aku memahami, memang ternyata benar, di 2013 di usia aku menginjak 25 tahun, terlalu banyak hal yang perlu dipikirkan selain pekerjaan, percintaan dan kehidupan pribadi. Di tahun itu hubungan yang sudah aku jalin terlalu lama, tidak pernah ada ujungnya, tidak tau mau dibawa kemana, tidak pernah ada kepastian. Cinta tidak hanya mengukur dari seberapa besar kamu cinta kepadanya, sayang kepadanya, setia kepadanya, jujur kepadanya, tetapi harus memikirkan bagaimana hubungan ini berjalan dan bagaimana mengatasi masalah yang akan dihadapi nantinya.
Cukup sakit, cukup lelah, cukup bahagia, dan juga cukup bingung untuk menjalaninya. Sebagai perempuan aku cuma butuh kepastian saja, bukan untuk mencari yang lebih sempurna, tetapi cukup mencari yang mempunya prinsip akan hidupnya.
Berdoa dan berusaha..selalu itu kata-kata yang sering aku dengar, selain berdoa juga harus berusaha, kalau sudah berusaha tetapi tetap tidak bisa bagaimana? Yaahh..banyakin lagi berdoanya juga tambah lagi usahanya.
Kesungguhan, kegigihan, keihklasan dan pengorbanan adalah pilar-pilar cinta sejati. Orang yang tidak mau berkorban adalah orang yang menunjukkan kehinaan dirinya. Semua masalah itu tidak akan terlalu menyakitkan jika kita lawan dengan kesabaran dan tawakkal. Untuk semua usaha dan doa yang telah aku jalani semua keputusan kembali lagi kepada-Nya.
Wednesday, January 7, 2015
Tidak ada yang sempurna
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran, dialah hiasan di kala kita senang dan perisai di waktu kita susah. Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan, karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyusahkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Semulia-mulia manusia adalah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
Tak seorang pun sempurna, mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak, menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka adalah benar meskipun terbukti salah. Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tidak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Semulia-mulia manusia adalah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
Tak seorang pun sempurna, mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak, menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka adalah benar meskipun terbukti salah. Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tidak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Sunday, January 4, 2015
Bagaimana mungkin?
Aku ga bisa menyentuh, ga bisa memeluk, ga bisa bersama, ga bisa mencintai, juga ga bisa saling memiliki. Tapi aq harus tetap kuat dan harus tetap melangkah. Jangan pernah mengatakan apa yang hatimu inginkan.
Bagaimana mungkin aku tidak mencintaimu? Apa yang harus aq katakan pada hatiku? Padahal aq sangat menginginkan kamu ada di sini. Bagaimana mungkin seseorang pergi begitu saja dari semua kenangan? Bagaimana mungkin nantinya aq ga merindukan kamu saat kamu pergi?
Saat kamu pergi, aq ga bisa bermimpi, ga bisa berbagi, ga bisa merasakan semua saat yang indah dan manis. Jika ini sudah berakhir, aq ga mungkin bisa bersandiwara dengan apa yang aq rasakan. Aq harus berani dan kamu juga harus tetap melangkah. Jangan pernah berdiam diri terhadap semua yang sudah pernah kita lalui dulu.
Bagaimana mungkin aku tidak mencintaimu? Apa yang harus aq katakan pada hatiku? Padahal aq sangat menginginkan kamu ada di sini. Bagaimana mungkin seseorang pergi begitu saja dari semua kenangan? Bagaimana mungkin nantinya aq ga merindukan kamu saat kamu pergi?
Saat kamu pergi, aq ga bisa bermimpi, ga bisa berbagi, ga bisa merasakan semua saat yang indah dan manis. Jika ini sudah berakhir, aq ga mungkin bisa bersandiwara dengan apa yang aq rasakan. Aq harus berani dan kamu juga harus tetap melangkah. Jangan pernah berdiam diri terhadap semua yang sudah pernah kita lalui dulu.
S.H.M.I.L.Y.
Singkatan itu terinspirasi dari film yang kmrn aq tonton, See How Much I Like You, tapiii buat aq bukan itu, singkatannya See How Much I Love You..Ya,emank begitu kenyataannya. Dari dalam hati emank seperti itu kenyataannya. Mungkin skrg bagi aq, cinta itu bukan butuh kasih syg n pengorbanan tapi yakin dan prinsip. Yakin akan apa? Yakin akan hati kita yg harus sinkron dgn pikiran kita. Prinsip apa? Prinsip untuk tidak kembali ke jalan yang salah dan mencari jalan yg lain.
Seseorang pernah bilang sm aq, hidup ini seperti mengendarai sebuah mobil, butuh driver dan spion. Driver tetap fokus mengendarai mobil ke arah depan tp jg tetap hrus melihat spion untuk melihat ada apa di blkng. Seseorg harus maju terus ke depan tanpa harus melupakan masa lalu. Cukup simple tapi selalu melekat di kepala aq.
Dari dalam hati aq, rasanya aq ga mau melihat spion itu, masa lalu trlalu sakit buat aq. Tapi aq jg hrus bnyk belajar dr kejadian itu semua. Tapi yg aq rasain skrg hampir sama sakitnya dgn yg dulu. Membuat keputusan di antara keterpaksaan, keterpaksaan keadaan dan masa depan.
Buat Sang Pencipta, terima kasih Engkau telah memberikan air mata yg tiada pernah habisnya. Hanya dengan air mata, hati aq cukup lega dgn keadaan ini. Sudah terlalu banyak air mata yang keluar setiap harinya, harus berapa banyak lagi?
Seseorang pernah bilang sm aq, hidup ini seperti mengendarai sebuah mobil, butuh driver dan spion. Driver tetap fokus mengendarai mobil ke arah depan tp jg tetap hrus melihat spion untuk melihat ada apa di blkng. Seseorg harus maju terus ke depan tanpa harus melupakan masa lalu. Cukup simple tapi selalu melekat di kepala aq.
Dari dalam hati aq, rasanya aq ga mau melihat spion itu, masa lalu trlalu sakit buat aq. Tapi aq jg hrus bnyk belajar dr kejadian itu semua. Tapi yg aq rasain skrg hampir sama sakitnya dgn yg dulu. Membuat keputusan di antara keterpaksaan, keterpaksaan keadaan dan masa depan.
Buat Sang Pencipta, terima kasih Engkau telah memberikan air mata yg tiada pernah habisnya. Hanya dengan air mata, hati aq cukup lega dgn keadaan ini. Sudah terlalu banyak air mata yang keluar setiap harinya, harus berapa banyak lagi?
Friday, January 2, 2015
Satu dari Dua
Satu di antara dua..harus pilih satu di antara dua.hhmm..cukup sulit atau cukup mudah? Bagiku ada sulitnya ada mudahnya. Sama seperti memilih cinta dan keyakinan. Kitanya cinta tapi ga yakin, kitanya yakin tapi dianya ga cinta, hahaha..so funny.. Kalo keputusan itu aq ambil cepet, mungkin aq bisa. tapiii..dua tahun ini ga ada artinya donk, sia-sia ajah.. Aq capek, kesel, sedih, udah bercampur di dua tahun itu. Sesungguhnya ada orang yang mengerti akan aq, mengerti akan sifatku, akan hatiku, mungkin aq pilih kamu buat jadi pendamping hidupku..hehehe so melloww..
Buat kamu yang di sana, aq yakin akan kamu, kita terlalu banyak kecocokan, tetapi suatu pasangan jangan terlalu cocok, karena tidak bisa mengisi kekurangan satu sama lain. Kalo kita sama-sama emosional gmn?hikshiks..Buat kamu yang di sini, kamu jauh lebih baik dari yang sebelumnya, aq terlalu yakin sama kamu, tapiii..terlalu banyak perbedaan di antara kita, tidak hanya beda sifat tetapi beda masa depan.
Dear God, I hope You give me the best...
Buat kamu yang di sana, aq yakin akan kamu, kita terlalu banyak kecocokan, tetapi suatu pasangan jangan terlalu cocok, karena tidak bisa mengisi kekurangan satu sama lain. Kalo kita sama-sama emosional gmn?hikshiks..Buat kamu yang di sini, kamu jauh lebih baik dari yang sebelumnya, aq terlalu yakin sama kamu, tapiii..terlalu banyak perbedaan di antara kita, tidak hanya beda sifat tetapi beda masa depan.
Dear God, I hope You give me the best...
Subscribe to:
Comments (Atom)